Saturday, April 28, 2012

Budaya Kekerasan

Pengertian budaya adalah suatu bentuk dari pola pikir rasional berupa ide, gagasan dan tindakan yang selalu diwariskan kepada generasi berikutnya. Budaya meliputi suatu kebiasaan yang dilakukan oleh sekelompok manusia yang secara terus-mrnerus tetap dilakukan. Kekerasan merupakan ekspresi verbal maupun non-verbal yang mengenai orang atau kelompok, sehingga mengakibatkan rasa sakit fisik maupun mental. Kekerasan dilakukan untuk menekan manusia agar penyampaian emosi bias tersalurkan dengan cara paksaan. Keinginan untuk mendominasi membuat manusia dengan sadar melakukan tindak paksaan sebagai ekspresi kekuasaan. Budaya kekerasan adalah suatu bentuk gagasan dan tindakan yang secara rasional menekankan pada aspek kekerasan sebagai jalan keluar dalam penyelesaian masalah. Budaya tersebut selslu menganggap kekerasan wajib dilakukan untuk mengatur manusia, sehingga timbullah pandangan bahwa kekerasan bukan menjadi hal yang wajar. Sebagai contoh, budaya kekerasan terhadap anak. Banyak orangtua menganggap kekerasan pada anak adalah hal yang wajar. Mereka beranggapan kekerasan adalah bagian dari mendisiplinkan anak. Mereka lupa bahwa orangtua adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam mengupayakan kesejahteraan, perlindungan, peningkatan kelangsungan hidup, dan mengoptimalkan tumbuh kembang anaknya. Kekerasan anak adalah perlakuan orang dewasa/anak yang lebih tua dengan menggunakan kekuasaan/otoritasnya terhadap anak yang tak berdaya yang seharusnya menjadi tanggung jawab/pengasuhnya, yang berakibat penderitaan, kesengsaraan, cacat atau kematian. Kekerasan anak lebih bersifat sebagai bentuk penganiayaan fisik dengan terdapatnya tanda atau luka pada tubuh sang anak. Jika kekerasan terhadap anak didalam rumah tangga dilakukan oleh orang tua, maka hal tersebut dapat disebut kekerasan dalam rumah tangga. Tindak kekerasan rumah tangga yang termasuk di dalam tindakan kekerasan rumah tangga adalah memberikan penderitaan baik secara fisik maupun mental di luar batas-batas tertentu terhadap orang lain yang berada di dalam satu rumah; seperti terhadap pasangan hidup, anak, atau orang tua dan tindak kekerasan tersebut dilakukan di dalam rumah. Keluarga adalah tempat pertama kali anak belajar mengenal aturan yang berlaku di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sudah barang tentu dalam proses belajar ini, anak cenderung melakukan kesalahan. Bertolak dari kesalahan yang dilakukan, anak akan lebih mengetahui tindakan-tindakan yang bermanfaat dan tidak bermanfaat, patut atau tidak patut. Namun orang tua menyikapi proses belajar anak yang salah ini dengan kekerasan. Bagi orangtua, tindakan anak yang melanggar perlu dikontrol dan dihukum. bagi orangtua tindakan yang dilakukan anak itu melanggar sehingga perlu dikontrol dan dihukum. Kekerasan merujuk pada tindakan agresi dan pelanggaran (penyiksaan, pemerkosaan, pemukulan, dll.) yang menyebabkan atau dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain. Istilah kekerasan juga berkonotasi kecenderungan agresif untuk melakukan perilaku yang merusak. Kekerasan terjadi ketika seseorang menggunakan kekuatan, kekuasaan, dan posisi nya untuk menyakiti orang lain dengan sengaja, bukan karena kebetulan (Andez, 2006). Kekerasan juga meliputi ancaman, dan tindakan yang bisa mengakibatkan luka dan kerugian. Luka yang diakibatkan bisa berupa luka fisik, perasaan, pikiran, yang merugikan kesehatan dan mental.kekerasan anak Kekerasan pada anak adalah segala bentuk tindakan yang melukai dan merugikan fisik, mental, dan seksual termasuk hinaan meliputi: Penelantaran dan perlakuan buruk, Eksploitasi termasuk eksploitasi seksual, serta trafficking/ jual-beli anak. Sedangkan Child Abuse adalah semua bentuk kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh mereka yang seharusnya bertanggung jawab atas anak tersebut atau mereka yang memiliki kuasa atas anak tersebut, yang seharusnya dapat di percaya, misalnya orang tua, keluarga dekat, dan guru. Penganiayaan fisik adalah tindakan-tindakan kasar yang mencelakakan anak, dan segala bentuk kekerasan fisik pada anak yang lainnya. Sedangkan penganiayaan psikis adalah semua tindakan merendahkan atau meremehkan anak. Penganiayaan pada anak-anak banyak dilakukan oleh orangtua atau pengasuh yang seharusnya menjadi seorang pembimbing bagi anaknya untuk tumbuh dan berkembang. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kekerasan terhadap anak adalah segala bentuk perlakuan baik secara fisik maupun psikis yang berakibat penderitaan terhadap anak. Pelanggaran terhadap hak anak dewasa ini semakin tidak terkendali dan mengkhawatirkan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Tantangan dan penderitaan yang dialami anak-anak masih belum berakhir. Kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, dan seksual, masih menjadi fakta dan tidak tersembunyikan lagi. Karenanya, tidak tepat jika kekerasan terhadap anak dianggap urusan domestik atau masalah internal keluarga yang tidak boleh diintervensi oleh masyarakat, pemerintah, dan gereja. Kekerasan yang dipengaruhi oleh faktor budaya merupakan kategori suatu subkebudayaan menganggap bahwa suatu tingkah laku kekerasan adalah tingkah laku yang diharapkan untuk dilakukan dalam situasi tertentu. Kekerasan adalah cara hidup bagi kebudayaan tersebut. Sumber : Mustofa, Muhammad. 2010. Kriminologi. Bekasi : Sari Ilmu Pratama. http://www.kadnet.info/web/index.php?option=com_content&view=article&id=1293:pengertian-kekerasan-terhadap-anak&catid=37:wawasan-perspective&Itemid=66

Saturday, March 31, 2012

UAS MPKS APRESIASI FILEM

RESENSI FILEM “MALENA” Judul : MALENA Pemain : Monica Bellucci, Giuseppe Sulfaro, Luciano Federico, Matilde Piana, Pietro Notarianni, Gaetano Aronica Skenario : Giuseppe Tornatore Sutradara : Giuseppe Tornatore Genre : Drama/Roma Bahasa : Italian/Latin Distributor : Miramax Filem Malena menceritakan tentang kehidupan seorang perempuan yang sangat cantik dalam sebuah kota. Perempuan tersebut bernama Malena yang berada pada kota kecil di Italia tersebut sangat menarik perhatian seluruh warga laki-laki. Malena sadar dengan kecantikan dengan kemolekan tubuhnya sehingga dia dapat mengeksplore kecantikannya yang mengakibatkan banyak laki-laki yang tergila-gila padanya. Seorang anak yang bernama Renato datang sebagai sosok yang sangat mengagumi Malena. Sosok anak laki-laki yang berusia 12.5 tahun tersebut sedangan dalam masa puncak nafsunya. Puncak hormonoralnya meningkat saat Renato membayangkan malema tersebut. Renato juga sering berfantasi setiap malam, bercumbu dengan Malena. Kekuasaan nafsu Renato membuat dia tidak bisa melupakan malena walau sekejap pun dan dimana pun. Malena sudah mempunyai seorang suami sebagai tentara. Dia sangat mencintai suaminya tersebut, hal ini dibuktikan dengan rasa rindunya dia kepada suaminya yang sedang berperang. Setiap malam Malena selalu membayangkan suaminya ada di sisinya, hal itu terus berlanjut setiap malam. Renato yang sering menguntit aktifitas Malena sedikit demi sedikit mengetahui kebiasaan Malena dan mengetahui rahasis-rahasia dalam diri Malena. Hal ini membuat Renato semakin kagum dengan Malena karena alasan-alasan dan rahasia dalam perilakunya sehari-hari. Melihat banyak rahasia yang luar biasa dalam Malena, membuat Renato ingin sepenuhnya melindungi Malena. Saat orang-orang membicarakan hal yang buruk tentang Malena, sekejap saja Renato menjadi marah dengan mengarjai orang yang menggunjing tersebut. Bentuk ekspresi marah dari Renato adalah dengan meludahi, mengencingi dan merusak apa yang orang tersebut miliki. Rasa marah Renato ke orang-orang adalah bukti bahwa Renato tidak ingin pujaan hatinya tersebut mendapatkan hal-hal buruk dari orang lain. Sampai suatu saat ketika tersiar kabar bahwa suami Malena maninggal dunia dalam peperangan. Kesedihan malena yang mendalam karena suaminya meninggal dirasakan oleh Renato. Renato merasakan kesedihan Malena tersebut menjadi cara buat orang-orang untuk berpelukan dengan Malena. Orang-orang memanfaatkan kesedihan Malena untuk merasakan tubuhnya tersebut, namun tindakan itu sangatlah tidak disukai oleh Renato. Setelah suaminya meninggal, banyak laki-laki dalam kota kecil itu menjadi lebih tergila-gila lagi oleh Malena. Malena merubah penampilan yang lebih cantik dibandingkan sebelumnya dengan alasan ingin terlihat sebagai sosok baru yang berbeda. Para lelaki semakin memburu Malena dengan penampilannya sekarang. Namun, tidak semua warga kota kecil tersebut menyukai keberadaan Malena. Malena dianggap sebagai pelacur oleh warga perempuan di kota itu karena para suaminya tergoda dengan kecantikannya. Para perempuan tersebut berpendapat bahwa setelah meninggalnya suaminya, Malena menginar laki-laki di kota itu. Sampai pada akhirnya Malena dihakimi oleh kaum perempuan di kota tersebut, ditelanjangi, dan dianiaya secara massal. Melihat keadaan seperti itu membuat Renato iba karena tidak dapat melakukan apa-apa demi perempuan pujaannya tersebut. Malena diusir oleh kaum perempuan kota tersebut. Dan pada kelanjutannya Malena meninggalkan kota. Beberapa tahun kemudian, muncul seorang pria dengan lengan kanan yang buntung. Pria tersebut mencari Malena, dia bertanya kepada penduduk kota. Ternyata pria tersebut adalah suami Malena yang dikabarkan meninggal dalam perang. Kemudian muncullah Renato yang menjelaskan semua apa yang terjadi terhadap Malena. Renato menvceritakan bahwa Malena sangat mencintai suaminya. Kemudian, Malena bertemu dengan suaminya dan kembali ke kota asalnya. Kembali mengejutkan penduduk kota dengan kehadiran Malena dengan suaminya yang dikabarkan meninggal. Penduduk kota menjadi merasa bersalah dan pada akhirnya kehidupan baru Malena yang penuh dengan kenangan kepahitan dimulai. Malena sangat mencintai suaminya. Melihat kecintaaan yang tulus antara Malena dengan suaminya membuat Renato yang sudah dewasa menjadikan Malena sebagai inspirasi. Malena yang tidak terlupakan dan merupakan bagian dari cintanya. Bagi Renato, Malena adalah sosok yang menyimpan makna tersirat dalam kehidupannya yang mungkin hanya Malena yang akan terus hidup dalam hati Renato. Telaah Filem Filem malena ini memuat unsur perspektik feminisme dalam gaya cerita dan gambarnya. Menghadirkan sosok wanita sebagai pujaan dari semua pria karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya. Pada awalnya Malena sangat tertutup dengan kehidupannya, sehingga lelaki belum berani untuk berhubungan dengan perempuan tersebut. Namun, setelah Malena bersifat terbuka tentang kehidupan serta dirinya kepada umum, banyak lelaki yang secara langsung menggoda malena dan malena sendiri menjadi objek seperti dipuja-puja oleh laki-laki.

Bencana Sosial dalam Gejala Manusia

Dalam sejarah perkembangannya, manusia telah melewati beragam masalah yang terjadi dalam hidupnya. Bencana merupakan salah satu faktor terbesar dalam mempengaruhi peradaban manusia. Akibat yang ditimbulkan dari terjadinya bencana salah satunya adalah proses seleksi alam manusia yang lebih ditekankan pada perkembangan intelejensinya. Dengan perkembangan kecerdasan tersebut, manusia akan mencari solusi yang lebih efektif agar segala bencana yang dapat terjadi dapat diantisipasi dengan baik. Perlawanan manusia dalam menaklukkan alam sampai saat ini pun masih berlangsung. Meskipun sudah ribuan tahun lebih manusia melawan alam, keberdayaan mengendalikan alam tidak akan murni seratus persen dimiliki oleh manusia. Dalam kasus ini, bencana alam dianggap sebagai faktor utama dan yang paling berperan dalam masalah besar manusia. Alam yang sulit dikendalikan oleh manusia secara langsung menjadi perhatian besar dalam peradaban ini. Bencana alam yang terjadi saat ini bukanlah suatu fenomena baru yang belum terjadi sebelumnya. Suatu peristiwa yang dikatakan bencana pastinya adalah kondisi dimana manusia tidak mengharapkan adanya kejadian tersebut. Alasannya, peristiwa tersebut memakan banyak korban manusia dan membuat manusia sulit untuk melangsungkan kehidupannya. Bencana alam di Bumi tersebut dapat dibedakan menjadi dua tipe utama. Pertama, bencana dinamika bumi, yaitu suatu peristiwa alam yang terjadi akibat proses pengaturan alam agar terjadi keseimbangan alamiah. Kedua, bencana kerusakan faktor harmonisiatas, yaitu faktor keseimbangan alam tersebut hilang sehingga ketidakseimbangan pun terjadi. Bencana dinamika Bumi adalah suatu peristiwa yang sebagian besar terjadi dalam kerak bumi yang diakibatkan oleh proses penyesesuaian lempeng bumi yang belum stabil. Kejadian ini sepenuhnya sangat tidak ada sangkut pautnya dengan manusia. Meskipun manusia di era sekarang sudah memiliki pengetahuan yang canggih untuk mengetahui bencana tersebut, pengendalalian dalam bencana dinamika Bumi belum diketahui caranya. Bentuk-bentuk dari bencana dinamika Bumi antara lain berupa gempa bumi dan gunung meletus, yang diakibatkan oleh sifat labil dalam mantelnya. Bencana kerusakan faktor harmonisitas adalah kondisi Bumi dimana terdapat unsur penyeimbangnya yang hilang. Sebagian besar peristiwa bencana ini terjadi di luar mantel bumi. Bencana ini berupa pengaturan yang tidak seimbang yang terjadi pada permukaan Bumi, yang dapat diakibatkan oleh para penghuni di permukaannya. Bentuk dari bencana rusaknya faktor harmonisitas berupa rusaknya biota dan bioma penyeimbang. Maksudnya, faktor organik dan anorganik haruslah berperan seimbang membentuk satu kesatuan yang utuh. Peristiwanya antara lain, perusakan hutan secara besar-besaran tanpa mengembalikan kondisinya. Dalam perkembangannya, manusia selalu memfokuskan dalam segala bentuk bencana alam tersebut. Sehingga, dimulainya juga perkembangan teknologi dalam peradabannya. Penggunaan teknologi untuk mengetahui bencana dinamika bumi adalah pilihan yang tepat. Namun, dalam praktik melindungi faktor harmonisitas, dapat dikatakan segala teknologi selalu berdampak buruk terhadap alam. Dengan demikian, tidak semua teknologi selalu selaras dengan alam. Penggumaan teknologi secara bijaksana dapat membantu dalam upaya kerusakan alam. Bila ditelisik lebih lanjut, teknologi seharusnya bermanfaat dalam pelestarian alam di muka bumi ini. Bukan suatu produk komersialisasi yang digunakan untuk penunjang kapitalisasi, karena harga segala tenologi tidak akan bisa membeli alam. Masalah bencana alam hampir semuanya sudah menjadi perhatian manusia, namun terdapat satu bencana yang sampai saat ini manusia jarang menyadarinya. Bencana sosial adalah suatu bencana yang diakibatkan oleh hubungan antar manusia yang memiliki dampak nyata dalam kehidupan di bumi. Bentuk dari bencana sosial ini adalah kerusakan sistem dalam kehidupan bermasyarakat yang mengakibatkan adanya dominasi antar manusia sebagai bentuk mempertahankan kekuasaan dan memperoleh kenikmatan lebih. Dengan demikian, sistem sosial yang terbentuk bercampur dengan hukum rimba dalam tatanan kehidupan. Akibat dari bencana sosial akan memiliki korban yang lebih besar dari bencana alam, bila harmoni antar manusia tidak dijaga. Sudah seharusnya manusia hidup sejahtera saling memakmurkan, ini adalah cita-cita dari perkembangan peradaban manusia. Faktor teknologi penunjang kehidupan manusia seharusnya digunakan sebagai sarana untuk menjalin hubungan, agar keharmonisan terjaga. Kerakusan yang terjadi adalah suatu bentuk ancaman dari penyakit sosial yang dapat menjadi ancaman nyata, bahkan terbentuk suatu bencana yang lebih besar korbannya dari bencana alam. Selama penyakit sosial ini belum disembuhkan, maka kita berada dalam lingkup ancaman bencana yang akan datang setiap waktu tanpa dapat dihentikan. Hubungan dengan manusia seharusnya menjadi alat paling ampuh untuk menuju keharmonisan terhadap alam. Dalam implementasinya, pencegahan bencana sosial lebih sulit dibandingkan dengan bencana alam. Hal ini dikarenakan, penumbuhan kesadaran dalam diri masing-masing manusianya. Namun, itu bukan suatu hal yang mustahil, bila itu semua dimulai dari diri kita sendiri. Bila keadaan sosial yang harmonis telah tercipta, bencana alam seperti apapun akan dapat di selesaikan manusia dengan kerekatan sosial tersebut. Dani Satria

Wednesday, March 21, 2012

Atas Nama Argumentasi

Sebuah buku pertama saya Buku ini berisi tentang pandangan-pandangan politik serta analisa fenomena sosial yang saya buat dari akhir tahun 2010 sampai dengan akhir tahun 2011. Analisa saya terhadap suatu fenomena sosial masih lah dangkal dan awam. Saya berharap bisa belajar lebih banyak lagi agar dapat menganalisa fenomena sosial secara detail dan ilmiah. Semoga buku bermanfaat :) http://nulisbuku.com/books/view/atas-nama-argumentasi

Friday, November 11, 2011

Pemuda dan Olah Raga

Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober alangkah baiknya bila kita memulai untuk memahami makna dibalik semboyannya yang terkenal itu. Sepertinya kita sering mendengar tentang kesatuan tanah air, bangsa dan bahasa sebagai alat utama yang dapat mempersatukan pemuda Indonesia. Semboyan tersebut merupakan konsep awal dari Sumpah Pemuda yang otentik dan klasik yang nilainya wajib kita pertahankan sebagai hasil dari perjuangan pemuda zaman dahulu.
Upaya mempersatukan pemuda dengan semboyan tersebut seperti menyamakan persamaan secara garis besar. Artinya adalah bahwa semboyan sebnasib setanah air, sebangsa dan berbahasa satu tersebut merupakan pendefinisian secara grand value. Kita membutuhkan nilai yang lebih detail dan lebih spesifik untukdapat memahami dan menjalankan makna dari Sumpah Pemuda yang sacral tersebut. Untuk itu, kita wajib mencari persamaan yang dapat dijadikan pemersatu pemuda secara general, yang disukai oleh pemuda dan tentunya harus memiliki semangat muda.
Dengan menggunakan ketiga konsep dasar Sumpah Pemuda tersebut dapat kita kembangkan dan temukan nilai yang detail tersebut. Olah raga adalah alat pemersatu yang bisa menyatukan elemen dalam masyarakat Indonesia, khususnya pemuda. Olah raga akan menyegarkan kembali dan menyempurnakan makna klasik sakral Sumpah Pemuda tersebut. Hal ini dikarenakan, olah raga merupakan nilai yang lebih detail dan dapat mencerminkan jiwa semangat muda. Selain itu, nilai dari semangat olah raga adalah cerminan semangat yang berkbar dari pemuda.
Sebentar lagi kita akan memperingati dan menyaksikan laga Indonesia di Sea Games yang kita lihat dapat dijadikan sebagai alat pemersatu masyarakat. Kita akan turut bangga bila negara kita dapat mendadi juara dalam setiap kompetisi. Dengan menyaksikan pertandingan dan berharap agar negara kita dapat memenangkan kejuaraan tersebut, ini sama halnya dengan menumbuhkan sikap kebangsaan. Segala yang dipertandingkan dalam kompetisi olah raga akan membuat negara yang diwakilinya ikut dalam menjadi harapan masyarakatnya.
Olah raga dapat dikatakan sebagai perkembangan Sumpah pemuda modern yang saat ini dapat diterapkan dan dirasakan secara mudah oleh masyarakat. Kita hanya membutuhkan cara-cara yang bernilai universal dan dapat membnggakan kita semua karenanya. Mungkin masih banyak cara yang dapat dilakukan untuk mempersatukan masyarakat khususnya pemuda selain dengan olah raga. Nilai yang terkandung di dalam olah raga lah yang membuat satu, yaitu nilai kompetisi. Apalagi kompetisi yang mewakili suatu masyarakat yang besar. Hal ini akan tercipta animo di masyarakat untuk memberikan dukungan serta harapan-harapan yang akan terus berkembang.
Banyak kompetisi yang adadan diikuti oleh negara ini, namun olah raga tetap lebih universal dan lebih heroik bila dibandingkan kompetisi lainnya. Tak heran jika kompetisi olah raga banyak peminatnya untuk disaksikan secara langsung maupun tak langsung. Hal ini membuktikan bahwa dalam kompetisi olah raga, semangat untuk mencapai kemenangan adalah kekuatan kobaran api pemuda. Tidak hanya pemuda yang memiliki semangat tersebut, namun semua masyarakat yang berjiwa muda.

Dani Satria
Mahasiswa Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Departemen Kriminologi.

Nilai Kepahlawanan Tidak Akan Pernah Hilang Dalam Kehidupan Manusia

Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November adalah sebuh pembuktian penghargaan terhadap jasa para pahlawan yang telah mengisi dan mempertahankan negara indonesia. Peristiwa heroik tersebut merupakan tolok ukur perjuangan yang didasarkan kepada patriotisme. Karena kegigihan dan perjuangan para pahlawan, kita dapat melihat pengaruhnya terhadap keberadaan negara kita tercinta ini.
Perjuangan secara heroik dan penuh dengan semangat militan, tertulis dalam catatan secarah kemerdekaan indonesia. Pada awal kemerdekaan indonesia inilah, sifat patriotisme yang dinilai sangat kental mewarnai perjuangan dalam merebut kemerdekaan. Perjuangan yang penuh dengan tumpah darah, keringat, dan air mata yang menjadi bentuk sifat kepahlawanan masyarakat indonesia. Hal ini dikarenakan, dalam mendapatkan kemerdekaan diperlukan pengorbanan jiwa dan raga sepenuhnya melalui gencatan senjata.
Sekarang setelah Indonesia merdeka secara resmi, perjuangan dengan gencatan senjata terhadap para penjajah sudah tidak mungkin dilakukan. Bentuk dari kepahlawanan Indonesia saat ini adalah dalam bentuk pembangunan bangsa agar dapat maju secara ekonomi, pendidikan, dan teknologi. Banyak cara yang dapat dilakukan agar sifat kepahlawanan dapat tercermin, sehingga sifat-sifat ini dapat menjadi panutan bagi masyarakat indonesia.
Nilai kepahlawanan kontemporer yang dapat dijadikan usaha memajuka bangsa antara lain dengan membayar pajak untuk kesejahteraan masyarakat. Keaadan ekonomi masyarakat yang stabil akan menciptakan kemakmuran yang merata terhadap hak-hak ekonomi masyarakat. Selanjutnya dengan membela bangsa kita melalui kompetisi nasional maupun internasional, yang dapat membuktikan kekuatan bangsa kita dalam prestasi akademis maupun olah raga. Kemudian, pengembangan sektor teknologi melalui usaha keras dalam mengembangkan riset.
Usaha yang terpenting untuk bangsa yang dilihat dari sisi kemakmuan sosial adalah dengan semangat pemberantasan korupsi. Koruptor merupakan musuh nyata yang dapat merugikan bangsa, dan kita wajib memberantasnya untuk kemakmuran masyarakat. Apabila usaha pemberantasan korupsi dapat dilaksanakan dengan baik, maka akan tercipta kondisi birokrasi dan pemerintahan yang baik pula. Kemudian, hal ini akan mengakibatkan majunya sektor-sektor yang menjadi prioritas utama yang harus dikembangkan.
Kepahlawanan merupakan sifat mutlak yang dimiliki oleh manusia. Keinginan untuk membela dan rasa ingin melindungi tersebut yang menjadi cikal bakal munculnya jiwa pahlawan. Kepahlawanan di dalam diri manusia merupakan sebuah naluri yang digunakan sebagai penolak hawa nafsu yang dapat merugikan manusia lainnya. Jadi, pahlawan tidak hanya terdapat kepada pandangan makro (masyarakat) saja, namun juga dalam pandangan mikro (personal).
Perjuangan manusia dalam menaklukkan sifat buruk yang meusak, ketidakadilan tersebut tidak akan pernah hilang dalam kehidupan manusia. Manusia memang diberi kemampuan untuk melawan segala hal yang dapat merugikan dirinya dan sesuatu yang disayanginya melalui perjuangan (conflict). Hal ini merupakan dinamika manusia yang hidup mulai dari penciptaannya sampai kepada kematiannya dengan penuh lika -liku perjuangan.

Dani Satria
Mahasiswa Universitas Indonesia, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Departemen Kriminologi.

Tuesday, November 8, 2011

Masyarakat Papua Menjadi Korban Kapitalisme Dalam Eksploitasi Sumber Daya Alam

Sumber daya alam yang melimpah di tanah Papua selalu menjadi incaran negara-negara lain agar dapat memanfaatkan kekayaan alamnya. Tanah Papua yang kekayaan alamnya baru dimanfaatkan sebesar 3% tersebut masih tergolong pulau yang belum dieksploitasi. Sebagai salah satu paru-paru dunia, Papua memang musti dilestarikan alamnya, terutama hutan hujan tropis yang dapat mengurangi kadar karbondioksida di udara.
Sejak awal kemerdekaan negara Indonesia, Papua selalu menjadi rebutan antara indonesia dengan negara lain. Kekayaan alam merupakan incaran bagi suatu negara agar dapat mengeksploitasi demi kemajuan bangsanya. Namun, tidak semua kekayaan dapat diperlakukan seperti itu, Papua harus diperlakukan berbeda terhadap pulau-pulau lainnya, karena keasriannya merupakan warisan untuk digunakan dan dimanfaatkan oleh anak cucu. Layaknya harta karun, papua merupakan harta kekayaan alam terakhir yang harus dilindungi oleh Indonesia.
Pemanfaatan kekayaan Papua seharusnya dilakukan tanpa cara eksploitasi yang terlalu merusak alam. Mega proyek tambang yang dapat merusak alam juga harus dipikirkan berkali kali penerapannya. Meskipun kekayaan tambang di Papua sangat melimpah, bukan berarti kita semena-mena menggunakannya sekarang demi kemajuan yang belum sepenuhnya dapat mengembangkan kemajuan Indonesia dan potensi lain yang dimiliki Papua.
Papua bukanlah daerah yang hanya dimanfaatkan kekayaan alamnya tanpa dikembangkan masyarakatnya. Sangat kejam bila negara hanya mengeruk alamnya saja yang dapat berkontribusi besar terhadap negara, sedangkan kondisi masyarakat Papua sendiri tidak terjamin secara ekonomi dan pendidikannya.
Seperti yang telah kita ketahui, terdapat mega proyek tambang yang terdapat di Papua yaitu PT. Freeport. Hasil dari proyek tambang tersebut sebagian besar diborong oleh PT. Freeport dan sebagian kecil diberikan oleh pemerintah. Bila kita melihat kondisi seperti ini, sangat mengenaskan apabila Papua dieksploitasi secara besar-besaran kekayaan alamnya yang nantinya dinikmati sebagian besar oleh negara lain. Papua yang belum maju kondisi ekonomi dan pendidikannya telah mendapatkan eksploitasi proyek tambang kapitalis yang tidak ada tanggungjawab untuk mengembangkan daerah sekitarnya.
Masyarakat Papua menjadi korban dari kapitalisme yang terus-menerus menggerus kekayaan tanah kelahirannya untuk kepentingan yang tidak dapat dinikmati secara nyata oleh masyarakat Papua tersebut. Dampak dari eksploitasi sumber daya alam tersebut antara lain kepada kesehatan, gangguan alam akibat galian tambang, konflik dengan pihak PT. freeport dan ketidakpercayaan masyarakat papua terhadap pemerintah Republik Indonesia. Konflik ini dapat bermuara kepada keinginan Papua untuk melepaskan diri dari Indonesi karena alasan tidak adanya pengembangan secara signifikan dalam bidang pendidikan dan ekonomi.
Proses pemerataan harus sepenuhnya dilakukan di Papua agar konflik dapat ditekan. Kesenjangan ekonomi juga menjadi pemicu terjadinya berbagai jenis kesenjangan dan keterpurukan. Sampai kapankah kita dapat mempertahankan tanah kaya ini dan mengembangkan secara pendidikan dan ekonomi, akan menjadi pertanyaan yang sulit dijawab dengan opini-opini biasa.

Dani Satria
Mahasiswa Departemen Kriminologi, FISIP UI.